Perjalanan ini dimulai dengan satu keresahan yang sama, jenuh. Jenuh akan padatnya kerjaan di kantor, jenuh akan macetnya Jakarta, jenuh akan waktu yang seakan berlari tanpa henti, serasa hidup ini berlalu begitu saja tanpa sebuah makna.

Seperti biasa Tuhan tak akan membiarkan umatnya sendiri dalam menjalani hidup ini, berawal dari keresahan yang sama akhirnya kami pun berangkat menuju Malang. Teman terbaik seperjalanan yang selalu menemani di tiap langkahku menjejaki tanah baru. Aku memulai perjalanan ini bersama dua temanku yang lain. Kalau yang sudah rajin baca blog saya pasti tau siapa mereka, Raes dan Devri.

Pagi itu Sabtu, 5 Maret 2016 kesibukan sudah memenuhi ruang kita masing-masing. Packing dan mempersiapkan segala keperluan jadi hal wajib pertama sebelum memulai perjalanan.

Meeting point sudah ditentukan, Stasiun Pasar Senen, pukul 11:00 WIB adalah tempat dan waktu yang kita setujui sebagai meeting point.

Kami memilih kereta ekonomi express Jayabaya tujuan akhir Malang sebagai moda transportasi. Harga tiket per orangnya Rp. 340.000. Sebelumnya terimakasih pada PT. Kereta Api Indonesia yang sudah memberikan pelayanan prima pada semua keretanya, AC di setiap gerbong, makanan yang cukup, dan Pelayanan dari armada yang prima.

Kembali sedikit keawal dua teman saya memilih untuk cuti selama dua hari agar dapat menikmati perjalanan ini dan melepas kejenuhan, sedangkan saya memang baru saja keluar dari kantor atau resign dan memilih untuk hidup dengan pilihan sendiri, untuk itu saya juga ingin melepas kejenuhan yang sama.

Sabtu, 5 Maret 2016, Pukul 11:30 WIB akhirnya rombongan sudah berkumpul di stasiun pasar senen. Tak butuh waktu lama kereta api ekonomi express Jayabaya sudah terparkir siap menaikkan penumpang di peron 1. Kami pun segera masuk kereta dan duduk di kursi masing-masing. Pukul 12:00 WIB tepat kereta pun berangkat menuju Malang. Lama perjalanan dijadwalkan selama 13,5 jam, perkiraan sampai di stasiun Malang pukul 01:17 WIB. Perjalanan yang cukup panjang, sepertinya kalau Cuma diisi mengobrol saja akan sangat melelahkan, hehe.

Tak lama setelah kami duduk dan kereta berjalan ada seorang bapak bapak yang sudah tua dan anak laki-laki kecil berusia 6 tahun duduk di depan kursi saya. Pertama kali anak laki-laki ini muncul dia sudah mencuri perhatian saya. Dia sibuk memainkan semua mainanya yang dia ambil dari tas kecil yang dia bawa. Tanpa menghiraukan saya dia bermain dengan semua mainanya sendiri, seru sekali. Pemandangan yang indah buat saya karena energy anak ini sungguh luar biasa. Menyenangkan disaat jenuh melanda ada hal lain yang Tuhan selipkan agar kita dapat melihat lebih jauh.

Saya mulai berani bertanya kepada anak ini, “Namanya siapa sih? Mainanya banyak banget yaa.. ” tak disangka dia langsung merespon dan menjawab pertanyaan saya tanpa takut. “ini Mike Turtle dari Kura-kura Ninja” tak lupa dia sambil tersenyum dengan indahnya. Saya pun menjawab “waah, bagus yaa.. ” dia pun balas dengan tersenyum.

Sampai akhirnya Bapak bapak disebelahnya menjawab pertanyaaan saya soal nama anak ini, Namanya Eibel. Bapak itu ternyata kakek dari anak ini. Kakek menjelaskan kalau anak ini memang tidak takut dengan orang baru, gampang akrab dan pintar.

Sebenarnya tanpa penjelasan sang kakek pun saya sudah bisa membaca jelas bagaimana anak ini. Eibel sangat menyenangkan selama perjalanan dia selalu mengeluarkan semua koleksi mainanya bermain dengan saya dan teman-teman. Eibel ini ganteng banget yaa FYI ajaa, umur segitu lucu, ganteng dan pinter buat saya makin gemes.

Dia berhenti bicara hanya saat makan dan tidur. Bisa dihitung dengan jari berapa kali dia tidur selama perjalanan. Dia senang sekali ngobrol, mengajak kami bercanda, dan memainkan semua mainanya. Dia menjelaskan semua karakter mainanya. Tanpa terasa waktu sudah menunjukkan pukul 20:00 WIB dan lelah terasa di mata ini mengajak untuk tidur, mengobrol dengan Eibel benar benar sampai lupa waktu dan selalu bersemangat. Anak ini special sekali.

Pukul 23:30 WIB kereta pun tiba di Stasiun Gubeng Surabaya, kami pun harus berpisah dengan Eibel dan sang kakek. Mereka ingin ke sidoarjo mengunjungi Ayah Eibel yang bertugas disana. Rasanya tak ingin saya melepaskan anak itu, lucu sekali, ngangenin banget. Semoga kita bisa bertemu di perjalanan selanjutnya yaa Eibel. Tuhan selalu menyelipkan senyuman di tiap hal dalam hidup ini, sepahit apapun itu pasti ada hal manis yang bisa dirasakan.

Setelah itu kami memutuskan untuk kembali tidur karena masih 2 jam lagi kami tiba di Malang. Pukul 01:17 WIB kami pun sudah tiba di stasiun terakhir Malang.

Sempat ingin beristirahat sebentar di stasiun Malang karena ini masih larut malam dan kami check In di hotel kami Minggu , 6 Maret 2016 pukul 12:00 WIB. Belum waktunya untuk check in karena masih sangat terlalu pagi. Tapi rencana gagal keran kami tak diperbolehkan menunggu di dalam stasiun kereta malang. Kami boleh menunggu di luar stasiun. Peraturan tegas dari pihak stasiun Malang, akhirnya terpaksa kami keluar dan naik taksi menuju Hotel tempat kami menginap di kawasan Batu, Malang.

Kami tiba di Hotel Ciptaningati, Jl. Argopuro No. 154 Batu Malang pukul 02:15 WIB. Setelah melobi dengan resepsionis hotel akhirnya kami pun bisa check in lebih awal dan dikenakan biaya tambahan Rp. 100.000. tak apalah yang penting kami aman dan dapat beristirahat.

Minggu dini hari 6 Maret 2016 akhirnya terselamatkan dan kami bisa tidur nyenyak di kamar hotel. Sabar itu memang indah.

Pukul 09:00 WIB kami sudah siap berkeliling kota Batu. Agenda kita hari pertama di Batu adalah mencoba sarapan di alun-alun kota Batu. Kami pun berjalan kaki menuju alun-alun kota Batu dari hotel sambil menikmati udara pagi di Batu. Selama perjalanan kami isi dengan obrolan baik penting maupun ga penting.

Tak berapa lama kami menemukan satu tempat makan yang menyediakan menu Nasi Pecel Sambel Tumpang dan minuman olahan susu sapi. Nama tempat itu Risol Cafe. Ternyata rasanya biasa aja, cenderung males ngabisinya tapi ga boleh sisain makanan kan, hahaha..

Setelah selesai sarapan kami pun melanjutkan berjalan kaki menuju Alun-alun kota Batu. Butuh waktu 10 menit akhirnya kami sampai di alun-alun kota Batu. Alun-alun kota Batu sudah ramai oleh para pengunjung. Ada wahana permainan air dan mainan anak – anak disana tak heran tempat ini jadi ramai karena rekreasi gratis.

DCIM100GOPROGOPR0981.

Kami pun berfoto-foto ria di alun-alun kota Batu. Tapi kami tak lama disana karena tak tahan terik panasnya matahari menjelang siang. Kami pun langsung melanjutkan ke destinasi selanjutnya yaitu Jatim Park 2.

Perjalanan dari alun-alun batu menuju Jatim Park 2 menggunakan taksi tak terlalu lama hanya 10 menit, dengan argo minimal Rp.30.000.

Tiba di Jatim Park 2 langsung menuju loket untuk membeli tiket masuk. Kami memilih paket Jatimpark 2 (Museum Satwa dan Batu Secret Zoo) dan Eco Green Park dengan harga Rp. 125.000. Eco Green Park adalah wahana pertama yang kami tuju.

editps28Pertama masuk ke dalam Eco Green Park kami disajikan pemandangan beberapa karya seni dari barang bekas seperti tv dan besi bekas. Menarik sekali untuk dilihat sebagai pameran. Selain itu didalamnya juga ada rumah serangga, yang didalamnya kita dapat melihat berbagai macam jenis serangga di Indonesia. Selain itu juga ada burung atau unggas dari Indonesia maupun mancanegara. Ada pula berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dan kita pun dapat membeli beberapa bibit untuk dapat ditanam. Di dalam kawasan Eco Green Park juga ada wahana jungle adventure dan permainan air dengan media edukasi. Sangat menarik.

editps2

Selama memasuki Eco Green Park hujan tak henti hentinya turun sehingga sedikit menghambat perjalanan panjang yang cukup melelahkan ditambah hujan, hehehe..

Butuh waktu 3 jam kami baru menyelesaikan semua wahana di Eco Green Park. Karena kita diburu waktu dan masih tersisa dua wahana lagi akhirnya kita menuju wahana selanjutnya di Jatimpark 2 yaitu Museum Satwa.

Museum Satwa ini unik, dari luar dapat dilihat gedung museum ini seperti dalam setting film Night at The Museum. Bangunan dengan pilar tinggi dan berwarna putih sangat megah untuk ukuran museum di Indonesia. Sangat Instagramable sekali buat anak jaman sekarang, hehehe.

Di area pertama saat masuk Museum Satwa kita akan di sajikan diorama kerangka dari Dinosaurus. Sangat megah dan mengesankan. Di dalamnya juga disajikan diorama hewan hewan yang sudah diair keraskan atau diawetkan sehingga bisa tampak seperti aslinya. Sangat mengagumkan. Suasana yang indoor dan adanya AC membuat pengunjung nyaman berada didalamnya.

Museum Satwa berisi hewan-hewan dari seluruh dunia, baik yang hidup di darat maupun di laut. Museum Satwa tidak terlalu luas seperti wahana yang lain di Jatimpark 2.

editps35

editps38

Pukul 17:15 WIB kami keluar dari Museum Satwa dan ingin menuju Batu Secret Zoo tapi apa mau dikata pintu wahana sudah tutup dan kita terlambat.

Akhirnya sore itu kami memutuskan untuk kembali ke hotel untuk beristirahat karena betis kami sudah mau meledak rasanya berjalan di Eco Green Park yang sangat luas. Hahaha…

Setelah kami beristirahat sejenak di hotel, mandi dan sholat maghrib kami pun memutuskan untuk keluar kembali mencari makan malam. Malam itu kami akan makan malam di Batu Night Spectacular ( BNS ).

Tiba di BNS sudah pukul 20:00 WIB dan kami pun langsung mencari meja untuk makan malam. Cukup banyak makanan yang di tawarkan di BNS, dari mulai nasi goring sampai masakan khas Jawa Timuran, harga yang ditawarkan juga terjangkau.

DCIM100GOPROGOPR1249.

Konsep BNS ini cukup menarik, dibentuk seakan akan pasar malam modern. Didalamnya ada beberapa wahana permanian, seperti rumah hantu, gokart, komedi putar, dan yang paling menarik dan favorit dikunjungi adalah Rumah Lampion. Rumah lampion sangat ramai dikunjungi baik anak anak maupun yang dewasa, karena disana kita dapat berfoto dengan segala bentuk lampion yang ada, tiap lampion memiliki karakternya masing-masing.

BNS pun memiliki pertunjukkan seni di panggung utama di lokasi food court. Makan malam pun tak akan terasa sepi karena kita disajikan pertunjukkan air mancur menari dengan beberapa lagu yang diputar, serta ada pertunjukkan tari daerah dan juga penyanyi daerah. Cukup menghibur BNS sebagai tempat berkunjung malam yang murah meriah, apalagi untuk anak-anak. Tiket masuk BNS untuk weekend adalah Rp. 30.000/orang. BNS bisa jadi pilihan wisata di malam hari saat anda ke Kota Batu, Malang, Jawa Timur.

Setelah perut dimanjakan dengan beberapa makanan, mata pun dimanjakan dengan hal-hal indah di kota batu, akhirnya kami kembali ke hotel dan istirahat untuk memulai perjalanan selanjutnya esok hari.

 

To be continue…

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *