Hari kedua di kota Batu, Malang 7 Maret 2016. Agenda hari kedua kami adalah Coban Rondo, wisata Paralayang dan rumah pohon, lalu dilanjutkan menuju Museum Angkut. Hari ini kami menyewa mobil beserta supirnya dari Transuperindo Malang. Driver kami hari itu adalah Pak Agus. Rekomended driver nih buat yang mau ke Malang dan pakai rental mobil Transuperindo dijamin puas. Driver ontime, mobil terjaga kebersihan, dan selalu dalam keadaan fit. Harganya pun bersahabat, untuk tarif full day + driver adalah Rp. 375.000 (diluar bensin). Kami memesan mobil untuk sewa selama dua hari disana.

Tujuan pertama kami adalah Coban Rondo. Tak butuh waktu lama menuju Coban Rondo dari hotel kami, sekitar 30 menit kami sudah tiba di Coban Rondo. Kami melewati jalan berliku dengan pemandangan dikanan dan kiri jalan yang indah saat mendekati pintu masuk ke area coban rondo. Hawa dingin yang sejuk menyelimuti kita saat perjalanan menuju ke coban rondo, sangat menenangkan.

Sebelum masuk ke area Coban Rondo kami bertemu dengan rombongan bapak – bapak yang sedang kerja bakti di aliran sungai dengan menyiapkan beberapa batu dan kawat penahan untuk air. Siaga akan datangnya banjir karena debit air bisa meningkat di kala musim hujan seperti sekarang. Beberapa minggu yang lalu sempat terjadi longsor dan banjir bandang akibat meluapnya sungai karena debit air yang turun dari Coban Rondo sangat tinggi. Untuk menghindari hal itu terjadi makanya warga sekitar dan dinas perhutani menyiapkan hal tersebut. Banjir itu terjadi juga karena kurangnya kesadaran manusia untuk menjaga alam, banyak penebangan pohon liat di kawasan hutan di Coban Rondo yang menyebabkan banjir terjadi. Kurangnya penahan air yang alami karena ulah manusia. Semoga kita dan anda semua juga sadar akan pentingnya menjaga alam demi kelangsungan hidup manusia.

 

DCIM100GOPROGOPR1478.

Ada yang menarik saat kami tiba di pelataran parkir kawasan Coban Rondo. Banyak sekali Kera disana, mereka turun sampai ke parkiran. Lucu sekali karena jumlah mereka sangat banyak, sepertinya habitat mereka juga terlindungi disana. Mengingatkan saya akan Bali ketika melihat banyak Kera seperti ini. Jadi kalau kalian mau kesana dan melihat Kera yang banyak saat di pintu masuk coban rondo jangan takut yaa, mereka ga mengganggu sama sekali kok hanya melihat dan sibuk dengan kegiatan mereka sendiri. Harga tiket masuk ke Coban Rondo adalah Rp. 15.000/orang dan mobil Rp. 10.000.

Sampailah kami tepat di bawah Coban Rondo tersebut, kami tak boleh mendekat karena dipasang rantai untuk batas wisatawan dan tidak boleh mendekat ke air terjun karena takut tiba tiba debit air meningkat.

DCIM100GOPROGOPR1483.

Sejuk dan dingin menyentuh kulit ini bersamaan dengan hangatnya sinar mentari pagi. Sungguh perpaduan yang sangat indah. Saya memejamkan mata di depan coban, membiarkan wajah ini terkena cipratan air dan merasakan hembusan anginya, sungguh kenikmatan yang luar biasa.

DCIM100GOPROGOPR1505.

Setelah menikmati Coban Rondo yang asri kami pun melanjutkan perjalanan menuju kawasan paralayang dan rumah kayu. Kami pun kembali turun melwati jalan berliku dengan pemandangan yang indah.

Saya sangat menikmati semua perjalanan disana, jalan yang tidak macet, udara yang sejuk, banyak pepohonan di kanan dan kiri jalan membawa ketenangan yang lain untuk saya. Kota Batu ini mengingatkan saya akan kawasan Puncak, Bogor tapi ini lebih rapih dan ga macet, hehe.

Sampailah kami di kawasan gunung banyak tempat yang biasa digunakan untuk Paralayang, tenang saja tak perlu jadi professional atau atlet dulu untuk dapat mencoba olahraga paralayang ini. Kawasan paralayang ini menyediakan tandom untuk wisatawan yang ingin mencoba paralayang, jadi wisatawan akan menggunakan paralayang yang berisi dua orang. Untuk dapat mencoba olahraga paralayang di sini kita harus membayar Rp.350.000/orang selama 20 menit. Cukup terjangkau lah ya untuk olahraga ekstrim ini. Kita bisa menikmati kota Batu Malang dari ketinggian dan hembusan angin sejuk yang langsung menyentuh wajah. Sungguh pengalaman yang menarik sepertinya, tapi sayangnya saya juga ga berani, mau di gratisin juga ga mau, hahaha..

DCIM100GOPROGOPR1578.

 

Puas melihat para atlet yang sedang latihan paralayang dan menikmati pemandangan dari sana akhirnya kami bergeser sedikit masih di lokasi Gunung Banyak kami pun mengunjungi Rumah Kayu yang terletak 100 meter dari lokasi Paralayang. Untuk masuk ke area Rumah Kayu ini kita dikenakan tiket sebesar Rp. 5000/orang.

Perlu diperhatikan lagi yaa kawan yang ingin mengunjungi Rumah Kayu, jalan menuju Rumah Kayu dari areal paralayang tadi tidak jauh namun ada percabangan jalan persis di depan plang “OMAH KAYU” ambil jalur setapak di sebelah kanan bawah jangan ambil jalur di sebelah kiri yang menanjak ke atas. Kami sempat tersasar kemaren karena tidak ada petunjuk yang jelas makanyan kami memilih jalur kiri yang menanjak keatas tapi ternyata Rumah Kayunya di jalur kanan bawah, hahaha.. jadi pengalaman yaa teman – teman yang ingin kesana.

Bagi yang belum tahu, Rumah Kayu ini adalah Rumah yang dibangun diatas pohon seperti rumah pohon yang ada di film film, hehehe..

DCIM100GOPROGOPR1594.

Kalau yang pernah traveling ke Yogyakarta disana juga ada kawasan Kalibiru yang menawarkan rumah pohon dan kita bisa foto foto diatas sana dengan pemandangan yang sangat indah dari ketinggian.

Rumah pohon di Batu malang ini juga bisa disewa untuk menginap, satu rumah bisa berisi maksimal 4 orang. Bagi yang ingin merasakan tidur diatas pohon di tengah hutan boleh dicoba, udara yang sejuk dan jauh dari hingar bingar kota akan memberikan pengalaman tak terlupakan.

Puas dengan lokasi paralayang dan omah pohon di kawasan Gunung Banyak, selanjutnya kami menuju Museum Angkut di Kota Batu.

Pasti udah familiar yaa dengan Museum Angkut yang berada di Kota Batu Malang ya. Museum ini sudah terkenal di media online berita ataupun social media. Museum yang sangat instagramable ini sangat sering dikunjungi oleh para wisatawan.

Tibalah kami di Museum Angkut. Harga tiket untuk museum angkut saat weekend adalah Rp.80.000/orang namun saat Weekday Rp.60.000/orang dan ada pengenaan biaya tambahan untuk setiap kamera yang dibawa oleh pengunjung, tiap kamera harus membayar tiket Rp. 30.000.

editps50

Museum Angkut adalah museum transportasi terbaik yang pernah saya temui di Indonesia. Semua kendaraan baik dari dalam negeri ataupun luar negeri semuanya ada. Mobil dan motor dari semua produsen mobil terkemuka di dunia ada disana, di design dengan sangat modern membuat kami betah berlama-lama disana sambil foto tentunya. Adanya pendingin ruangan atau AC membuat kami nyaman berada di dalamnya walaupun harus berjalan kaki dengan lokasi yang sangat luas.

editps53

Museum Angkut memiliki beberapa wahana di dalamnya, kendaraan yang ada pun terdiri dari beberapa kategori negaranya. Ada beberapa area Negara lain disana, ada Amerika Serikat, Inggris, Jepang, German, dll. Paling keren adalah area Las Vegas karena disana terparkir Hammer Limosin berwarna kuning yang sangat sempurna untuk saya. Membayangkan ada artis Hollywood yang keluar dari mobil itu, suasana yang dibentuk semirip mungkin dengan Las Vegas.

DCIM100GOPROGOPR1697.

Di akhir perjalanan Museum Angkut lelah dan lapar pasti terasa, nah ga perlu khawatir karena diujung perjalanan akan ada pasar apung museum angkut. Pasar apung menyajikan banyak sekali makanan khas Indonesia, baik cemilan maupun makanan berat. Lokasi pasar apung ini pun dibuat seakan memang ada di aliran sungai dan para penjual pun menjual pangananya di kapal kapal kecil di sungai buatan itu, menambah nuansa apung yang menyenangkan. Sempurna untuk menghilangkan pegal kaki dan perut yang kelaparan setelah mengelililngi Museum Angkut.

Tak terasa sudah pukul 19:00 WIB saat kami selesai mengelilingi museum angkut dan mencicipi jajanan di pasar apung. Akhirnya kami pun kembali ke hotel. Sebelum ke hotel kami pun mampir ke alun – alun kota Batu untuk mencoba Ketan Duren yang terkenal di Batu, karena perut masih ingin asupan akhirnya kita pun kesana.

Pos Ketan Legenda -1967 adalah salah satu kios penjual ketan yang sudah terkenal di Batu jadi kalau ke Batu Malang sempetin kesini yaa tapi harus siap untuk mengantri karena antrian disini selalu panjang walaupun lokasinya di pinggir jalan dan kios yang kecil. Rasa ketan yang enak dan gurih cocok sekali untuk kudapan malam di Batu.

Hari kedua perjalanan di Batu Malang pun berakhir, kami kembali ke Hotel dan istirahat untuk menyiapkan tenaga melanjutkan eksplore Malang esok hari.

 

To be continue… 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *