Hari ketiga di Malang Selasa, 8 Maret 2016. Sudah sejak pagi kami bangun karena hari ini adalah jadwal kita untuk eksplor beberapa pantai di selatan Malang. Jam 7 pagi kami sudah meninggalkan hotel segera menuju Pantai Balekambang tujuan pertama kita. Tentu saja kami masih ditemani dan diantar oleh Pak Agus Driver keceee kami selama di Malang.

Pantai Balekambang terletak di Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo, Malang. Waktu tempuh untuk menuju Pantai Balekambang dari Hotel Ciptaningati Batu sekitar 2,5 – 3 jam. Perjalanan panjang menuju Pantai Balekambang dihiasi dengan pemandangan pepohonan dan sejuknya udara sehingga membuat saya cepat mengantuk.

DCIM100GOPROGOPR1743.

Kami tiba di Pantai Balekambang sekitar pukul 09:30 WIB. Untuk masuk ke kawasan Pantai Balekambang ini dikenai biaya Rp. 5000/orang dan Rp.10.000/mobil. Dari pintu masuk kawasan sampai Pantai Balekambang pemandanganya sangat tidak indah, banyak sampah plastik dan sisa makanan berserakan dimana – mana seakan tidak ada petugas kebersihan disana. Padahal untuk masuk ke sana saja kita sudah dimintai biaya retribusi.

Saya tidak menyalahkan petugas kebersihan kawasan Pantai Balekambang, tapi ketidaksadaraan akan kelestarian lingkungan dari para wisatawan inilah yang sangat memalukan. Sedih saya melihat pantai yang cukup indah dikotori oleh sampah dari orang – orang yang tidak bertanggung jawab. Tolong lah untuk para wisatawan sadari diri kalian sedang berada dimana, alam ini adalah tempat tinggal kita, kalau bukan kita yang jaga siapa lagi?! Lebih baik kawasan ini ditutup supaya tidak dikomersilkan dan membawa wisatawan yang tak berwawasan.

Sadarilah kalau alam sudah marah, maka kalian yang akan menerima akibatnya.

Hhmm.. baiklah lanjut ke bagian lainya. Pantai Balekambang ini memiliki pulau kecil di tengah tak jauh dari bibir pantai, pantai terhubung dengan pulau kecil itu karena ada Pura disana tempat beribadah umat hindu. Pantai Balekambang ini seperti tanah lot nya Bali, mirip sekali bentuknya. Ini juga mungkin salah satu daya tarik untuk para wisatawan.

DCIM100GOPROGOPR1758.

Matahari semakin tinggi, kami pun bergegas menuju pantai selanjutnya yaitu Pantai Batu Bekung. Kami menempuh perjalanan sekitar 10 menit dari Pantai Balekambang menuju Batu Bekung. Tak sulit mencari pantai ini karena ada gapura bertuliskan Pantai Batu Bekung di pinggir jalan sebelum masuk.

Jalan masuk menuju Pantai Batu Bekung ini masih tanah belum diaspal ataupun di cor, jadi banyak lubang sana sini dan kalau hujan pasti licin dan becek disini. Untuk masuk ke Pantai Batu Bekung ini harga tiketnya Rp. 5000/orang dan Mobil Rp. 10.000.

Sedih saya harus mengulangi kalimat ini lagi, tak berbeda jauh dari Pantai Balekambang disini pun sampah berserakan dimana – mana, lokasi pantai juga masih dalam keadaan alami cenderung berantakan sih karena sudah ada beberapa pembangunan warung untuk istirahat namun belum tersedia lapangan parkir yang baik. Jalanan masih tak jelas, dan sampah dimana mana.

Pantai Batu Bekung Favorit saya sebenernya karena bentuk Pantai yang indah, Pantai ini memiliki cekungan atau ceruk gitu jadi kalau air pasang akan terbentuk kolam atau laguna di tepianya jadi bisa untuk main air. Tapi sayang di tepian pantai sampah plastik, bekas makanan bahkan kulit durian dibiarkan saja tergeletak disana.

DCIM101GOPROGOPR1818.

Pantai ini memang terbilang cukup baru terekspos di media social dan pemberitaan lain sehingga banyak orang kesana dan lagi lagi tidak dibekali dengan pemahaman yang baik akan kelestarian alam dan pentingnya membuang sampah pada tempatnya. Disana juga tidak disediakan tempat sampah oleh pengelola.

Sekali lagi masuk ke area wisata sudah bayar itu bukan berarti boleh buang sampah sembarangan ya..

Tak lama berada disana karena matahari sangat panas sekali dan kontur daerah pantai jarang ada pepohonan jadinya susah untuk berteduh, ombak di pantai ini juga cukup besar.

Kami melanjutkan ke destinasi selanjutnya, Pantai Goa Cina. Pantai ini cukup unik karena di sudut pantai terdapat Goa kecil dan pintu masuk pantai pun terdapat gapura khas china penuh dengan warna merah dan ornamen china. Jaman dahulu kala dikisahkan kalau ada seorang pemuda kebangsaan china yang bertapa selama puluhan tahun di goa itu demi mencapai ketenangan hidup, dia bertapa selama hidupnya. Sampai akhirnya ditemukan warga sudah dalam keadaan tulang belulang. Sejak saat itulah Goa ini sering dikunjungi oleh orang – orang tionghoa untuk berdoa. Selalu ada sejarah di tiap tempat bersejarah. Pantai disini lebih tertata dan bersih, tidak seperti pantai pantai sebelumnya yang kami kunjungi.

DCIM101GOPROGOPR1841.

Di sana pun sudah terdapat beberapa warung yang menyediakan es kelapa muda serta makanan untuk melepas lapar dan dahaga para wisatawan yang berkunjung kesana.

Kami pun memilih untuk beristirahat di lokasi pantai selanjutnya yaitu sendang biru. Perjalanan pun kami lanjutkan menuju Pantai Sendang BIru.

Untuk masuk ke kawasan Pantai Sendang Biru harga tiket masuknya Rp. 5000/orang dan mobil Rp. 10.000. Pantai Sendang Biru ini seperti pelabuhan kecil tempat singgahnya kapal para nelayan dan kapal kapal yang membawa wisatawan untuk ke pulau sempu.

Air di pantai ini memang biru sekali jernih tak heran dinamakan sendang biru karena memang airnya biru. Sendang biru ini dikelilingi oleh perbukitan yang menambah indah pemandangan. Kami pun memutuskan untuk makan siang di tempat ini, ada warung di bagian atas sendang yang menjual beberapa masakan ikan laut. Kami memilih ikan Tuna Bakar, lalapan dan sambel kecap. Tapi memang benar kalau lapar sesederhana apapun makananya akan terasa mewah.

Kami diberikan ikan tuna yang fresh baru turun dari para nelayan disana, ikan tuna besar seberat 4 Kg akhirnya kita pilih untuk makan siang hari itu bersama 2 teman saya dan driver kami. Menurut driver kami Pak Agus yang terkenal di sendang biru adalah nelayan ikan tunanya, perairan di sana teradapat banyak sekali ikan tuna. Kami makan siang di Warung Hijau, bagi yang ingin ke Malang sempatkan ke Sendang Biru dan makan di Warung Hijau ini, rasakan sensasi Ikan Tuna bakar dan sambel kecapnya dijamin ga akan nyesel. Untung menghilangkan pedas dan panas juga tersedia es kelapa muda langsung dari buahnya. Pengalaman makan siang yang indah siang itu di Sendang Biru.

Harganya pun sangat terjangkau Ikan Tuna bakar 4kg, 4 es kepala muda, nasi 1 bakul, lalapan + sambel, dan 1 air mineral dingin total nya pun hanya Rp. 170.000. Harga yang cukup terjangkau untuk santapan ikan tuna segar dengan berat 4 Kg ini. Recommended place.

Makan siang kami pun tandas dengan cepat, akhirnya kami melanjutkan perjalanan kembali ke kota Malang. Perjalanan yang indah.

Sesampainya di kota Malang sekitar pukul 17:00 WIB kami langsung ke Toko Oen, took es krim home made seperti Ragusa di Jakarta. Untuk menghilangkan panas setelah seharian diluar berkeliling pantai.

Design Toko Oen ini memang bangunan colonial belanda, sengaja dijaga kelestarianya agar lebih artistic dan berkesan tempo dulu sehingga bisa nostalgia masa masa dahulu bagi para pengunjungnya. Kami pun segera mencoba beberapa es krim disana. Tapi rasanya biasa banget ternyata, menang tempat aja ini mah, lebih enak Ragusa di Jakarta. Sorry I have to say this, im just telling you the truth.. 😀

Tapi tak apalah setidaknya kita sudah melepas rasa penasaran kita. 😀

Selanjutnya makan malam kita terakhir di Malang kita mengunjungi Bakso President yang terkenal di Kota Malang. Tapi sebelum makan malam kami memutuskan untuk membeli oleh-oleh dulu di Gudang Oleh – oleh Malang, recommended place untuk yang berkunjung ke Malang dan mau beli oleh – oleh.

Selesai belanja oleh – oleh kami pun lanjut ke Bakso President karena perut ini sudah berontak minta diisi makanan, hahaha… seakan lupa tadi abis makan Ikan Tuna bakar 4 Kg. Hahahaa…

Bakso President ini emang jadi tempat favorit untuk dikunjungi karena posisi warung bakso yang persis berada di pinggir rel kereta api yang masih aktif, rasakan sensasi getaran makan bakso saat kereta lewat itu seru, hahaaha..

Rasa Bakso President ini memang enak deh, ga nyesel. Bakso bakarnya juga enaaakk.. 😀

Buat yang mau ke Malang wajib kesini yaa..

Akhirnya makan malam terakhir di Malang selesai dan kami pun kembali ke Hotel Ciptaningati Batu, karena besok pagi kami harus kembali ke Jakarta.

Tidak afdhol kalau belum ada kejadian konyol dalam sebuah perjalanan. Pagi itu 9 Maret 2016, adalah peristiwa penting bagi Negara ini karena adanya fenomena alam Gerhana Matahari Total. Tapi itu semua tak berlaku untuk kami, kami tetep tertidur pulas saat pagi menjelang sampai lupa mengecek tiket pesawat pulang kita ke Jakarta.

Kami berasumsi kalau pesawat kita take off dari bandara Malang pukul 12:00 WIB tapi ternyata pukul 10:30 WIB. Jam 8 pagi kami masih tidur tiduran di kasur, setelah devri melihat kembali tiket kami baru sadar kalau keberangkatan kita pukul 10:30 WIB akhirnya tanpa pikir panjang langsung mandi dan bergegas keluar dari hotel dan ungtungnya kami sudah siap packing dan memesan taksi untuk ke bandara pagi itu pukul 09:00 WIB.

Check out hotel tepat jam 9 Pagi kami langsung berangkat menuju bandara Abdul Rahman Saleh Malang. Alhamdulillah setelah deg degan takut telat kami pun tiba di Bandara pukul 10:00 WIB. Kami masih bisa check in dan menunggu di ruang tunggu keberangkatan. Kami pulang menggunakan maskapai Batik Air dari Lion Group. Pengalaman menggunakan Batik Air cukup menyenangkan, tepat waktu dan armada yang prima, kami pun mendapat snack di dalam pesawat.

Pukul 12:00 WIB tepat kami tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma dengan sehat dan selamat. Itu berarti berakhir pula perjalanan kami semua ke Kota Batu dan Malang.

Perjalanan panjang yang menyenangkan, bertemu Eibel dan kakek yang sangat baik dan ramah. Senyuman renyah Eibel dan pintarnya dia masih tersimpan jelas di kepala ini. Pengalaman pertama ke Kota Batu juga menyenangkan, hujan hujanan sepanjang wahana Eco Green Park, ketawa ga jelas karena celana basah, sampai tragedi hampir ketinggalan pesawat, Hahaha…

Hal-hal itu yang membuat sebuah perjalanan tak terhitung nilainya.

Bagi yang mau liburan di Malang tapi belum tau mau kemana aja, jangan khawatir langsung aja hubungi Transuperindo Malang, mereka menyediakan rental mobil dan driver yang keren banget buat jadi guide disana. Nih nomor Tlpnya : (0341) 466877 / 081233534466. Driver saya selama di Malang dari Transuperindo adalah Pak Agus, rekomended driver and guide. langsung aja book saat ke Malang dijamin puas. 🙂

Untuk yang butuh penginapan, Hotel Ciptaningati di Jl. Argopuro No.154 Batu, Malang, Indonesia. Hotel Ciptaningati, hotel bintang 3 yang nyaman, bersih, pelayanan prima dan harga sangat bersahabat, cocok sekali untuk backpackeran dengan suasana pegunungan di kawasan Batu.

Sampai berjumpa di perjalanan saya selanjutnya yaaa…

Saya pasti akan memulai perjalanan di kota lainya..

See yaaa… 😀

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *