Bali, ga pernah abis untuk di eksplore dan ga pernah ngebosenin untuk dikunjungi. Indonesia menawarkan pengalaman perjalanan alam yang sangat menarik dan indah, seperti yang kita juga tahu kalau Bali adalah destinasi favorit para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri. Deretan pantai, dataran tingginya, budaya, dan lingkungan masyarakat yang menenangkan dan menyenangkan.
Ini kali kedua saya berkesempatan liburan mengunjungi Bali. Pengalaman pertama saya ke Bali adalah tahun 2012 lalu, pengalaman pertama yang tidak akan pernah saya lupa, dan saat itulah saya jatuh cinta dengan pulau dewata Bali. Pengalaman pertama mengunjungi Bali sangat emosional karena itu adalah perjalanan spiritual saya pertama disana. Banyak hal yang tak dapat saya deskripsikan atas pengalaman pertama saya di Bali saat itu, yang jelas Bali salah satu tempat yang layak untuk menenangkan diri dengan wisata alamnya.
Perjalanan kedua kali ini saya mulai tanggal 31 Maret 2016, Kamis malam kalau saya tidak salah ingat. Saya berangkat ke Bali dari bandara Soekarno Hatta Cengkareng dengan menggunakan maskapai langganan saya kalau ke Bali yaitu Air Asia. Alhamdulillahnya lagi dapet tiket murah dari Air Asia waktu itu, hehehe. Perjalanan liburan itu akan sangat menyenangkan kalau dapat tiket yang sesuai budget, Hahaha. Hidup traveler…!! 😀
Saya dapat penerbangan malam saat itu, pesawat saya take off pukul 21:30 WIB. Perjalanan malam itu lancar, cuaca cerah dan saya tiba di bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar sekitar pukul 00:20 WIT. Seperti biasa sesampainya disana saya langsung menuju pintu keluar dan mencari Taksi (btw ini kayaknya udah pasti dilakukan semua orang ya) Hahaaha.
Nah, kali ini saya akan menghabiskan malam di Bali dengan menginap di The Hill Ungasan Hotel, di daerah Uluwatu. Saya akan berikan keterangan lengkapnya tentang alamat dan nomor telepon hotel yang bisa dihubungi di akhir cerita ini ya. 😀
Lokasi The Hill Ungasan yang sangat strategis dan tidak dekat dengan pusat kota yang membuat saya senang dengan hotel ini. Fasilitas dan pelayanan sangat baik dari The Hill Ungasan dan harga yang diberikan sangat murah untuk kalangan backpacker . Saya sangat merekomendasi The Hill Ungasan Hotel untuk para traveler yang ingin menginap di Bali apalagi untuk jangka waktu yang agak lama karena sangat menyenangkan menginap disini. Kamar yang bersih, lokasi strategis, tenang, fasilitas kamar AC, Tv, dan Air panas untuk mandi, bahkan ada kolam renang di tengah hotel untuk pengunjung yang mungkin ingin mendinginkan badan ditengah cuaca yang sangat terik di Bali. Nuansa Bali dan teduhnya pepohonan membuat hotel ini sangat nyaman ditinggali lama. Saya akan berbagi foto Hotel di bawah ini ya. Bagi traveler yang ingin menginap di The Hill Ungasan bisa booking dengan aplikasi dari Traveloka atau hubungi langsung pihak hotel.

Halaman Parkir The Hills Ungasan Hotel Uluwatu
Teras Atas The Hills Ungasan Hotel Uluwatu
Yak lanjut.. 😀
Perjalanan saya ke Bali ini ga sendiri tapi ada teman yang menemani, teman setia traveling. Tujuan saya ke Bali karena ingin melepas penat dengan segala urusan pekerjaan dan hidup. Pilihan saya untuk mengakhiri bekerja di kantor akhirnya membawa saya kembali ke Bali. Saya berlibur di Bali selama 4 Hari, cukup lama waktu saya disini tapi kebanyakan saya habiskan di kamar hotel hanya untuk tidur dan menikmati indahnya leyeh leyeh di kamar dengan nuansa Bali, Hahaha.
Saya menyewa motor untuk transportasi saya selama di Bali, buat yang ingin sewa motor The Hill Ungasan juga membantu kita untuk pemesanan sewa motor selama di sana. Harga untuk sewa motor di bali Rp.60.000/full day, cukup terjangkau. Saya lebih senang melakukan perjalanan di Bali dengan motor karena bisa langsung merasakan panasnya Bali dan hembusan angin. Berkeliling dengan motor di Bali itu menyenangkan buat saya, karena saya bisa berhenti dan mengabadikan pemandangan yang menurut saya indah selama perjalanan disana.
Perjalanan saya hari pertama di Bali waktu itu baru saya mulai siang hari, karena flight malam dari Jakarta membuat saya kurang tidur ketika tiba di Bali dini hari itu, akhirnya rencana mau bangun pagi dan keliling Bali kandas dan baru keluar hotel sekitar pukul 11:00 WIT. Perjalanan hari pertama itu muter muter daerah jimbaran dan kuta lalu menuju rumah teman yang sedang berada di Bali. Sorenya kami makan malam di salah satu tempat makan di dekat komplek rumah teman di Bali, saya lupa nama lokasi kompleknya, Hahaha.
Akhirnya malam itu saya menuju Kuta untuk makan malam dan belanja sedikit baju di Beach Walk. Hari pertama di Bali saya habiskan di kamar dan muter muter ga jelas.
Perjalanan baru saya lakukan hari sabtu, sebenarnya kemanapun di Bali saya akan selalu merasa nyaman. Terkadang cuma berkeliling naik motor di sekitar kuta, legian, sampai ubud pun tanpa tujuan yang spesifik saya suka. Lebih tepatnya saya jatuh cinta dengan Bali di setiap sudutnya, dengan masyarakatnya dan dengan budayanya.
Pagi itu saya berangkat menuju Goa Gajah, terletak di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali. Cukup jauh dari tempat saya menginap di uluwatu, saya membutuhkan waktu 2 jam dengan motor untuk sampai di Goa Gajah.
Goa Gajah adalah Goa buatan yang berfungsi sebagai rumah ibadah. Goa Gajah pertama kali ditemukan pejabat Hindia Belanda, LC. Heyting pada tahun 1923 yang menemukan arca Ganesha, Trilingga serta arca Hariti pada masa pemerintah Hindia Belanda. Dari data yang ada di lapangan dapat dikemukakan situs Goa Gajah merupakan tempat suci sebagai pusat kegiatan agama Hindu dan Buddha pada masa pemerintahan Dinasti Warnadewa dari abad X-XIV masehi (400 tahun). Status situs Goa Gajah sekarang merupakan living monument berfungsi sebagai tempat kegiatan keagamaan (Pura) dan masyarakat menyebutnya sebagai Pura Goa. Informasi ini saya dapatkan dari Wikipedia yaa kawan.
Salah satu peninggalan purbakala yang sampai saat ini terjaga dengan baik dan patut dilestarikan sebagai situs budaya. Untuk lebih jelasnya ada berapa bagian tempat disana saya akan bagikan fotonya ya dibawah ini.
Goa Gajah Ubud
Tidak habis saya menyukai tempat tempat peninggalan masa lalu ini, alam dan manusia hidup berdampingan dengan harmonis dan saling menjaga. Hal itu yang kadang manusia lupa dan membuat hidup menjadi tidak seimbang.
Beranjak dari Goa Gajah, saya menuju Tegallalang Rice Field, Ubud, Bali. Setiba disana kita akan disajikan hamparan sawah padi dengan sengkedan yang indah dan teratur membuat mata ini tak ingin beranjak dari menatapnya. Kita juga bisa turun ke persawahan itu dan naik ke puncak sengkedan sawah ini kalau kuat yaa silahkan, hahaha. Saya lebih memilih menikmatinya dari atas di deretan café atau restoran yang ada disana, menikmati indahnya sawah dengan minum es kelapa muda dan makan nasi bali. Indahnya tak tergantikan kawan, mahal pengalamanya.

View Tegallalang Rice Field Ubud

View Resto di Tegallalang Rice Field Ubud
Tempat yang cukup baik untuk berkontemplasi terhadap diri sendiri, untuk lebih bersyukur akan karunia Tuhan. Keseimbangan dan keharmonisan ini yang membuat manusia tak banyak mau dan tamak.
Keesokan harinya saya pun melanjutkan perjalanan menuju Museum Antonio Blanco.
Ini pengalaman pertama saya berkunjung ke Museum Antonio Blanco. Museum Antonio Blanco berada di daerah Ubud Bali. Saat akan memasuki museum kita akan disambut dengan gapura besar bertuliskan Museum Antonio Blanco yang dibuat dengan design yang sangat artistic dan dipadu dengan nuansa budaya lokal. Antonio Blanco adalah seorang pelukis berdarah spanyol, dan karyanya sudah terkenal di dunia. Antonio Blanco datang dan menetap di Bali Indonesia pada tahun 1952. Beliau akhirnya jatuh cinta pada wanita bali bernama Ni Ronji seorang penari istana dan menikahinya. Museum Antonio Blanco ini juga sebagai art gallery milik Antonio Blanco, disana tersimpan karya – karya dari Antonio Blanco dan kita dapat menikmati semua karya dalam galerinya. Sebuah pintu besar dan bentuk bangunan yang unik akan menyambut kita di pintu masuk galeri. Terdapat 2 lantai yang berisi lukisan karya Antonio Blanco. Saat didalam galeri kita tidak diperbolehkan untuk berfoto untuk menjaga semua karya dari blanco.
Buat saya pribadi Antonio Blanco ini pelukis eksentrik dan karyanya secara umum bercerita tentang kehidupan wanita bali pada jaman dahulu. Bagaimana cara wanita bali berpakaian jaman dahulu, dan berbagai aspek kewanitaan diangkat oleh Antonio Blanco dalam hampir semua karyanya. Kecintaanya pada wanita Bali membuat dia banyak membuat karya tentang wanita. Banyak lukisannya yang mengeksplorejuga bagian – bagian tubuh wanita. Memasuki Museum Antonio Blanco tidak hanya disajikan karya lukisanya saja tetapi arsitektur bangunan Museum juga jadi daya tarik tersendiri untuk saya. Bangunan megah bergaya eropa dan campuran dengan budaya bali membuat suasana menjadi sangat menarik. Kecintaanya terhadap Bali akan sangat terasa di setiap karya dan galerinya. Saya akan berbagi beberapa foto saat disana yaa..
Museum Antonio Blanco

Free Welcome Drink di Museum Antonio Blanco
Saat ini Museum Antonio Blanco dilanjutkan oleh anak dari Antonio Blanco bernama Mario Blanco yang juga menuruni darah seni dari sang ayah sebagai pelukis.
Bagi yang suka karya seni khususnya lukisan atau sekedar ingin menambah wawasan tentang karya seni saat di Bali akan sangat menyenangkan jika mampir ke Museum Antonio Blanco yang berada di Campuhan, Ubud, Bali. Tiket masuk hanya sekitar Rp. 30.000.
Lelah sudah mulai terasa dan lapar pun perlahan muncul, hehehe.. berhubung langit sudah mendung dan tanda sebentar lagi akan turun hujan akhirnya kami pun memutuskan untuk segera beranjak meninggalkan ubud dan kembali ke penginapan di Uluwatu.
Perasaan damai, tenang, dan lega seakan semua beban dan kejenuhan pikiran perlahan tapi pasti menguap di langit Bali. Sepanjang perjalanan pulang hanya pemandangan deretan hijau pepohonan dan ramahnya penduduk sekitar sudah cukup membuat diri ini tersenyum bahagia. Tiupan angin selama perjalanan juga membawa angan saya melambung kesenangan.
Ada cerita lucu juga saat perjalanan pulang ke uluwatu saat itu. Seharusnya saya bisa lewat jalan biasa seperti jalan pagi tadi saya berangkat, tapi entah terlalu senang atau bagaimana saya salah mengambil jalur pulang ke uluwatu yang akhirnya membawa saya memasuki Tol Bali Mandar, salah satu tol diatas laut yang bisa dilewati oleh motor juga. Wah dapet pemandangan double menyenangkan lah sore itu, senja tepat menampakkan keindahanya saat kami melewati tol Bali Mandar. Pengen teriak rasanya diatas tol saat itu karena luapan emosi kebahagiaan tapi apalah daya tak mungkin saya lakukan karena pasti saya akan dikira gila, hahaha..
Sesampainya di hotel saya mandi dan langsung merebahkan badan di kasur dan menikmati kembali setiap moment hari itu yang saya lewati di ingatan. Pengalaman itu yang mahal bukan yang lain dari setiap perjalanan. Eksploring tempat baru dan lewat jalur yang tak biasa ternyata membuat perjalanan menjadi lebih menyenangkan.
Hari ketiga di Bali, saya habiskan hanya tidur di kamar hotel dan menikmati makan siang di kamar juga. tak ada yang harus diceritakan yaa, hahaha…
Senin, 4 April 2016 pun tiba, waktunya berkemas dan kembali pulang ke Jakarta. Kota dimana kita menghasilkan uang dan kembali berkeliling ketika saldo tabungan sudah kembali terisi, hahaha.. sampai bertemu kembali Bali.
Saya selalu menyimpan semua memori indah di tiap perjalanan agar saya bisa bagikan dan semoga menginspirasi yang lain agar mau sejenak membuka kopernya isi dengan baju dan pergilah berkeliling Indonesia, karena Indonesia terlalu indah untuk kamu lewatkan. Kenalilah Indonesia dengan datang langsung ke daerah, ngobrol dengan warga setempat, dengar cerianya anak – anak tertawa walaupun jauh dari hingar bingar perkotaan itu nikmat yang luar biasa. Perjalanan selalu mengingatkan saya kembali tentang pentingnya bersyukur atas semua yang Tuhan telah berikan.
Sampai berjumpa di perjalanan selanjutnya kawan..
Follow my journey :
Instagram : @atmarahmani
Twitter : @aduth
P.S :
The Hills Ungasan Hotel : Jl. Uluwatu No.88 Banjar, Anggasansari. // Tlp : (0361) 8498651

Flyer The Hills Ungasan Hotel

Flyer The Hills Ungasan Hotel Uluwatu

Flyer Denah The Hills Ungasan Hotel Uluwatu

Way cool! Some extremely valid points! I appreciate you writing this post plus the rest of
the website is extremely good. http://bing.net
admin
Thank you Chrinstine 🙂
Dendy Mulya
Wah setuju, bali memang ga bakalan habis untuk di eksplore
admin
benerr bangeet.. makasih Dendy.. 😀 yuk eksplor Indonesia. 😀