Judul : Tiga Dunia Bag.01 Si Pencuri

Penulis : Rama Nugraha

Tempat : Indonesia

Penerbit : Self Publish

Tahun Terbit : 2016

Ket. Edisi : 1

Halaman : 202 Halaman

 

 

Tiga Dunia adalah novel bergenre fantasi. Dilihat dari covernya saja saya sudah bisa menebak ini adalah novel fantasi. Design buku dari Tiga Dunia ini cukup menarik saya untuk berhenti dan membaca sinopsisnya. Penulisan judul Tiga Dunia di tengah lingkaran keemasan dengan background hitam menarik rasa penasaran saya akan isi buku ini. Buku ini adalah karya pertama dari penulis pendatang baru Rama Nugraha. Di debut pertamanya ini Rama biasa dia dipanggil membawa kita untuk masuk kedalam Tiga Dunia. Sebuah perjalanan menarik dimana kita diajak berfantasi dengan Tiga Dunia, dunia yang mungkin jauh dari batas pemikiran kita saat ini.

Sebelum buku ini dicetak, Rama aktif menuangkan karyanya di Storial.co termasuk karya Tiga Dunia ini. Tulisan - tulisanya sudah wara wiri di Storial.co sampai akhirnya naik cetak di tahun 2016 ini.

Saya tidak banyak membaca buku dengan genre fantasi di Indonesia, tapi saya cukup tertarik dengan Tiga Dunia. Saya merasa Tiga Dunia dapat menjadi angin segar bagi para pembaca fantasi di Indonesia dan bahkan mungkin dapat meningkatkan jumlah pembaca fantasi di Indonesia. Buku ini dapat dibaca oleh remaja dan dewasa. Dunia belakangan ini sudah membuat kita resah dan gelisah, Tiga Dunia membawa kita berimajinasi dengan perspektif dunia lain.

 

Datan kecil terguncang dalam dekapan.

Jantungnya tersentak, dunia berputar saat tubuhnya

Melayang terempas ke jalan yang beku.

Si Pencuri akhirnya muncul.

Dan seluruh pengunjung pasar malam roboh seketika.

 

Neena, mereka adalah manusia yang mampu bernafas dalam air. Mattan Woudward adalah panglima terbaik dari Raja Ein, aksi besarnya membunuh Raja Ein saat itu mengubah semuanya. Era berikutnya adalah cerita dimana Datan Woudward anak satu-satunya dari Mattan Woudward tumbuh besar dengan asuhan dari Mattan Wouward. Mattan sebagai single parent penuh sayang dalam membesarkan Datan.

 

Datan tumbuh besar dengan penuh sayang dari seorang Ayah walaupun tanpa Ibu bersamanya. Datan memiliki wajah yang tampan dan menggemaskan. Datan terlahir berdarah Ingra, Si Penghuni Malam. Ingra adalah percampuran unik dari orang Marra si Penguasa Perairan dan Haedin Si Perenung. Ingra juga disebut sebut sebagai golongan ras terakhir sebagai kaum terpilih. Ada beberapa golongan ras dalam cerita Tiga Dunia, Marra, Haedin, Ingra, dan Urgut.

 

Datan tumbuh besar dengan didikan seorang Ayah tapi bukan berarti tak ada sentuhan Ibu dalam hidupnya, yaitu Bibi Fira teman dekat dari Ibu Dattan yang sejak Dattan terlahir Bibi Fira lah yang membantu Mattan dalam membesarkan Datan. Datan tak kehilangan sosok ibu, ya walaupun Bibi Fira adalah seorang yang terkadang bawel ketika Mattan lengah dalam mendidik Datan, tapi sayangnya kepada Datan tak diragukan lagi. Datan memiliki sifat yang keras dan sangat berfikiran logic. Ayahnya saja kadang sulit untuk dapat menjawab semua pertanyaan Datan.

 

Fase perjalanan kehidupan Datan berubah ketika suatu malam Datan dan Ayahnya pergi ke pasar malam. Dalam perjalanan itu di pasar malam Ayah Datan kedapatan mencuri dompet dari seorang wanita. Penjaga keamanan disana pun berusaha menangkap Ayah Datan. Aksi berlarian dan kejar – kejaran pun menghiasi pasar malam saat itu. Datan yang sempat tak percaya kenapa Ayahnya berani untuk mencuri.

 

Situasinya semakin tidak memungkinkan, Mattan dan Datan jatuh terpojok. Sesaat keadaan berubah semua orang di pasar malam termasuk Ayah tiba - tiba jatuh tertidur dan tak sadarkan diri. Hanya Datan yang saat itu masih tersadar, seketika dia bingung ada apa sebenarnya. Saat itu seorang wanita muncul bernama Ana dia menolong Datan dan Ayahnya dalam situasi buruk,menyelamatkan mereka dengan kekuatanya. Ana adalah seorang Royan. Kalimat Ana kepada Datan yang berkata kalau dia mengenal Ayahnya membuat Datan bertanya – tanya.

 

Setelah kejadian malam itu mereka lolos dan selamat, tetapi ada keinginan besar yang akhirnya membuncah dari dalam diri Datan. Datan ingin menjadi seorang Royan, Persaudaraan Royan. Kehidupan Datan berubah, keinginanya semakin memuncak dan tak dapat diganggu gugat lagi. Datan mati-matian berlatih bagaimana caranya mencuri. Datan memiliki partner mencuri cilik bernama Erry, gadis kecil pencuri yang ulung. Erry lah yang akhirnya mengajari Datan mencuri. Kelakuan Datan mencuri dan pikiran gilanya akan Persaudaraan Royan membuat konflik baru dengan Ayahnya. Akhirnya Ayah pun tak bisa mengelak lagi dari keinginan Datan dan memutuskan untuk melatih Datan. Sampai akhirnya Datan mempersiapkan diri untuk bergabung bersama Persaudaraan Royan. Restu Ayah dan Bibi Fira pun akhirnya didapatkan.

 

Jalan itu tak mudah, banyak tantangan dan kejutan yang dihadapi Datan. Tapi penantian selama ini pun sebentar lagi akan berakhir, rasa penasaranya akan terpenuhi. Semua pesan Ayah tentang Royan pun akhirnya dijalani oleh Datan. Satu – satunya alasan Datan bergabung dengan Persaudaraan Royan adalah Ana, dia ingin bertemu dengan Ana. Proses seleksi menjadi Royan adalah hal yang rumit, bertemu dengan Igda adalah hal yang sangat menakutkan dan pengalaman pertama buat Datan untuk dapat bergabung dengan Persaudaraan Royan.

 

Kehidupan Datan pun berubah ketika Persaudaraan Royan menerimanya. Konflik batin yang kuat dan perjalanan yang baru dimulai. Tidak ada pilihan lain bagi Datan kecuali harus terus maju. Petualangan Datan di pulau Yarda adalah perjalanan pertamanya untuk menjadi Royan.

 

Kisah petualangan fantasi Datan ini menarik untuk dibaca, karena kita tak hanya mendapatkan imajinasi yang menyenangkan tapi juga belajar kuat dalam keyakinan. Penulis membuat karakter Datan dengan cukup baik, keyakinan Datan akan sesuatu benar – benar membawa dia kepada tujuanya. Buku ini cocok sekali dibaca diwaktu senggang kita yang sudah lelah dengan segala kegiatan rutin sehari – hari. Buku ini bisa menjadi warna lain bagi para penikmat fantasi pada khususnya dan pembaca pada umumnya. Bagi yang masih percaya akan kekuatan mimpi, Tiga Dunia menjadi buku yang menarik untuk dikoleksi. Sebagai penulis baru dengan debut pertamanya ini Rama cukup baik menggambarkan dari tiap karakter dalam Tiga Dunia.

 

Ide awal penulis membawa Tiga Dunia ini sebenarnya bukan hal baru bagi untuk dunia fantasi, tapi kesegaran cara bercerita dan pemilihan bahasa yang dipakai cukup menyegarkan dan membuat tawa. Diawal cerita buku ini saya sebagai pembaca sadar kalau ini mirip dengan ide cerita penulis fantasi barat, tapi itu bukan sebuah masalah karena semuanya akan kembali ke bagaimana penulis menuangkan tulisanya dalam sebuah cerita. Buktinya saya betah duduk untuk membaca buku ini sampai selesai. Tapi kesan kalau penulis menyenangi novel fantasi barat terasa disini.

 

Rama juga berhasil membuat pembaca ikut merasa terlibat dalam cerita yang dibuatnya. Saya sebagai pembaca ikut deg – degan, was – was, sekaligus penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Rama sukses membuat dinamika cerita dengan sangat baik. Rama juga sukses membuat saya menginginkan Datan dalam dunia ini, hahaha..

 

Kekurangan dari buku ini menurut saya adalah ada penggunaan beberapa kata yang mungkin kurang pas, seharusnya ada kata yang lebih cocok dipakai agar lebih sesuai dengan jalan cerita dan setting. Saya juga merasa eksekusi akhir dari Tiga Dunia Bag.01 Sang Pencuri ini kurang baik, terlalu lemah untuk menggambarkan sebuah cerita menarik dari perjalanan hidup Datan yang akan berlanjut di seri berikutnya.

 

Saya berikan rating untuk buku ini 3,5 bintang dari 5 bintang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *